Selasa, 03 April 2012

tugas softkil


Tugas Softkil
Pendidikan dan Kewarga Negaraan


1.        Untuk membangun suatu tatanan masyarakat yang demokratis dan berkeadaban,sesuai yang diamanatkan oleh mata kuliah ini,maka setiap warga negara harus memiliki karakter atau jiwa yang demokratis,antara lain :
            A)        Rasa hormat dan tanggung jawab
            B)        Bersikap kritis
            C)        Membuka Diskusi dan dialog
            D)        Bersifat terbuka
            E)        Rasional
            F)        Jujur
            -  Jelaskan semua A s/d F,secara mendalam dan berikan contoh”nya.

2.        Apa yang saudara ketahui tentang Visi dan Misi ?
- Jelaskan Visi dari Pendidikan Kewarganegaraan dalam menghadapi era Globalisasi,secara meluas dan mendalam.

Jawab :

      1.a)    Rasa hormat dan tanggung jawab

     -        Rasa hormat : harus selalu dilakukan oleh orang-orang yang usianya lebih muda terutama pada orang-orang yang usianya lebih tua. Sebagai orangtua, Anda pasti menginginkan memiliki seorang anak yang berbakti, santun serta menghormati orang yang lebih tua. Anda tentu sedih dan merasa malu apabila anak Anda tidak memiliki sikap-sikap di atas. Selain akan dicap gagal mendidik anak, Anda pun tidak akan mendapatkan rasa hormat dari anak yang Anda besarkan. Selain itu, anak Anda pun akan sulit diterima oleh lingkungan di luar keluarganya. Untuk menghindari hal-hal negatif tersebut, ada baiknya Anda mencoba tips-tips berikut sebelum terlambat.

     
                  Contohnya : seperti Rasa Hormat yang diberikan pemimpin pada karyawan sering juga tercermin dalam cara karyawan mengormati dan menciptakan pengalaman antara satu sama lain karena Pemimpin yang memperlakukan stafnya dengan rasa hormat mendorong karyawannya untuk melkakuan hal yang sama pada teman sekerjanya. Atau rasa hormat seorang murid kepada pembingbing/guru yang memberi atau menyampaikan ilmu kepada murid nya sehingga seorang murid tersebut patut menghormati guru nya dengan cara menyapa atau bercium tangan saat berjumpa.

      -           Rasa tanggung jawab : dikaitkan dengan keharusan untuk berbuat sesuatu, atau kadang-kadang dihubungkan dengan kesedihan untuk menerima konsekuensi dari suatu perbuatan. Dalam bentuk kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti. Pengertian tanggung jawab selalu berkisar pada kesadaran untuk melakukan, kesediaan untuk melakukan, dan kemampuan untuk melakukan.

Dalam kebudayaan kita, umumnya "tanggung jawab" diartikan sebagai keharusan untuk "menanggung" dan "menjawab" dalam pengertian lain yaitu suatu keharusan untuk menanggung akibat yang ditimbulkan oleh perilaku seseorang dalam rangka menjawab suatu persoalan.
            Contohnya : banyak keluarga berharap dapat mengajarkan tanggung jawab dengan memberikan tugas-tugas kecil kepada anak dalam kehidupan sehari-hari. Dan sebagai orangtua tentunya kita pun berkeinginan untuk menanamkan rasa tanggung jawab pada anak. Missalkan anak harus setia melakukan tugas-tugas kecil itu, memang menimbulkan ketaatan. Atau contoh lainnya berupa tanggung jawab seorang pelajar yang seharus nya melakukan kegiatan kegiatan belajar dan seperti para pegawai yang di berikan rasa tanggung jawab dari atasan nya untuk mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan dengan tepat dan benar.


      b)      Bersifat kritis : sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, berpikir kritis memampukan kita menghindari pengambilan keputusan yang terburu atau gegabah yang akan merugikan diri sendiri.
                  Contohnya :  ketika kita memutuskan untuk membeli sesuatu, membangun hubungan perkawinan dengan seseorang, pindah kerja, membangun bisnis, dan sebagainya.Berpikir kritis juga telah menjadi bagian yang mengkonstitusikan jati diri mahasiswa.
Sebenarnya pemikiran kritis bisa membantu meningkatkan keterampilan berpikir. Diharapkan keterampilan dan kemampuan berpikir kritis dan logis bisa meningkatkan performa pada diri. Apabila sebelumnya seorang mahasiswa yang mendengar dan menerima begitu saja apa yang dikatakan orang/dosen atau guru atau teman-teman, maka sekaranglah saatnya diri sendiri berani berpikir dan mempertanyakan argumentasi orang/dosen atau guru atau teman.

      c)      Diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih/kelompok. Biasanya komunikasi antara mereka/kelompok tersebut berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar. Diskusi bisa berupa apa saja yang awalnya disebut topik. Dari topik inilah diskusi berkembang dan diperbincangkan yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu pemahaman dari topik tersebut.

(Sumber : wikipedia.org)

            Contohnya :  seorang dosen yang sedang memberikan materi kepada para mahasiswanya sehingga membuat para mahasiswa berfikir dan memikirkan materi tersebut dengan cara mendiskusikannya antar mahasiswa yang lain sehingga menghasilkan pemahaman pendapat yang baru dan yang lain. Selain itu Diskusi juga dapat diartikan sebagai sebuah proses tukar menukar informasi, pendapat, dan unsur unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapatkan pengertian bersama yang lebih jelas, lebih teliti tentang sesuatu atau untuk mempersiapkan dan merampungkan.
(sumber: google)

      -          Dialog juga dapat diartikan sebagi sebuah percakapan timbal balik antara dua orang atau lebih. Dialog sebenarnya menyatakan proses berpikir dan perubahan cara berpikir menjadi proses berpikir yang kolektif. Pada proses dialog saat orag lain berkata sesuatu, pihak lain mendengarkan dan memberikan respon yang menyatakan bahwa ia sependapat dengan orang yang sebelumnya. Dalam dialog, sekelompok orang dapat mengeksplorasi prasangka-prasangka yang secara halus mengontrol suatu proses komunikasi.
(sumber : wikipedia.org)
                       
      d)      Bersifat terbuka : merupakan suatu sistem pemikiran yang terbuka. Ciri nya adalah bahwa nilai-nilainya tidak dipaksanakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari harta kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat itu sendiri.

      e)      Rasional diambil dari kata bahasa inggris rational yang mempunyai definisi yaitu dapat diterima oleh akal dan pikirandapat ditalar sesuai dengan kemampuan otak.Hal-hal yang rasional adalah suatu hal yang di dalam prosesnya dapat dimengerti sesuai dengan kenyataan dan realitas yang ada.Biasanya kata rasional ditujukan untuk suatu hal ataukegiatan yang masuk diakal dan diterima dengan baik olehmasyarakat.Rasional juga berarti norma-norma yang sudah baku di dalam masyarakat dan telah menjadi suatu hal yang biasa danpermanen.
Contohnya :
-Seorang penjahat diadili karena kejahatannya
-Seseorang tidak mempercayai hal - hal yang belum dilihatnya

      f)       Jujur : jika diartikan secara baku adalah "mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran". Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi.

      2.     A.Pengertian Visi dan Misi

         Visi :   Menurut DR.A.B.Susanto dalam bukunya yang berjudul Visi dan Misi, visi adalah sebuah gambaran mengenai tujuan dan cita-cita di masa depan yang harus dimiliki organisasi sebelum disusun rencana bagaimana mencapainya.Sedangkan, menurut Wibisono, visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan.Jadi dapat disimpulkan bahwa visi adalah suatu pernyataan yang menggambarkan kondisi perusahaan di masa yang akan datang.
   

 B. Visi dari Pendidikan Kewarganegaraan dalam menghadapi era globalisasi:
Visi yang dapat dibentuk dari dari Pendidikan Kewarganegaraan dalam menghadapi era globalisasi adalah dengan melakukan lebih banyak lagi tentang makna kewarganegaraan dan terlebih lagi harus diimbangi penerapannya dalam kehidupan secara nyata, agar ketika menghadapi era globalisasi ini sifat dan prilaku kita tidak melanggar etika dan norma-norma yang telah berlaku dalam setiap peraturan Perundang-undangan yang telah ada. Sehingga era globalisasi bukanlah menjadi momok yang menakutkan untuk kita lalui. Karena kita telah dibekali dengan pembelajaran dan penerapan nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan dalam kehidupan kita sehari-hari, baik itu dinegara kita sendiri ataupun dinegara lain kita tetap memegang penuh pembelajaran dan nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan itu.