Tugas Softkil
Pendidikan dan Kewarga Negaraan
1. Untuk
membangun suatu tatanan masyarakat yang demokratis dan berkeadaban,sesuai yang
diamanatkan oleh mata kuliah ini,maka setiap warga negara harus memiliki
karakter atau jiwa yang demokratis,antara lain :
A) Rasa hormat dan tanggung jawab
B) Bersikap kritis
C) Membuka Diskusi dan dialog
D) Bersifat terbuka
E) Rasional
F) Jujur
- Jelaskan semua A s/d F,secara mendalam dan berikan contoh”nya.
2. Apa yang
saudara ketahui tentang Visi dan Misi ?
-
Jelaskan Visi dari Pendidikan Kewarganegaraan dalam menghadapi era
Globalisasi,secara meluas dan mendalam.
Jawab
:
1.a) Rasa
hormat dan tanggung jawab
- Rasa hormat : harus selalu
dilakukan oleh orang-orang yang usianya lebih muda terutama pada orang-orang
yang usianya lebih tua. Sebagai orangtua, Anda pasti menginginkan memiliki
seorang anak yang berbakti, santun serta menghormati orang yang lebih tua. Anda
tentu sedih dan merasa malu apabila anak Anda tidak memiliki sikap-sikap di
atas. Selain akan dicap gagal mendidik anak, Anda pun tidak akan mendapatkan
rasa hormat dari anak yang Anda besarkan. Selain itu, anak Anda pun akan sulit
diterima oleh lingkungan di luar keluarganya. Untuk menghindari hal-hal negatif
tersebut, ada baiknya Anda mencoba tips-tips berikut sebelum terlambat.
Contohnya : seperti Rasa Hormat yang diberikan pemimpin pada karyawan sering
juga tercermin dalam cara karyawan mengormati dan menciptakan pengalaman antara
satu sama lain karena Pemimpin yang memperlakukan stafnya dengan rasa hormat mendorong
karyawannya untuk melkakuan hal yang sama pada teman sekerjanya. Atau rasa
hormat seorang murid kepada pembingbing/guru yang memberi atau menyampaikan
ilmu kepada murid nya sehingga seorang murid tersebut patut menghormati guru
nya dengan cara menyapa atau bercium tangan saat berjumpa.
- Rasa tanggung
jawab : dikaitkan dengan keharusan untuk berbuat sesuatu, atau kadang-kadang
dihubungkan dengan kesedihan untuk menerima konsekuensi dari suatu perbuatan.
Dalam bentuk kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti. Pengertian tanggung
jawab selalu berkisar pada kesadaran untuk melakukan, kesediaan untuk
melakukan, dan kemampuan untuk melakukan.
Dalam kebudayaan kita, umumnya "tanggung jawab"
diartikan sebagai keharusan untuk "menanggung" dan
"menjawab" dalam pengertian lain yaitu suatu keharusan untuk
menanggung akibat yang ditimbulkan oleh perilaku seseorang dalam rangka
menjawab suatu persoalan.
Contohnya : banyak keluarga berharap dapat mengajarkan tanggung jawab dengan memberikan
tugas-tugas kecil kepada anak dalam kehidupan sehari-hari. Dan sebagai orangtua
tentunya kita pun berkeinginan untuk menanamkan rasa tanggung jawab pada anak.
Missalkan anak harus setia melakukan tugas-tugas kecil itu, memang menimbulkan
ketaatan. Atau contoh lainnya berupa tanggung jawab seorang pelajar yang
seharus nya melakukan kegiatan kegiatan belajar dan seperti para pegawai yang
di berikan rasa tanggung jawab dari atasan nya untuk mengerjakan dan
menyelesaikan tugas yang diberikan dengan tepat dan benar.
b) Bersifat kritis : sangat dibutuhkan dalam
kehidupan sehari-hari. Pertama, berpikir kritis memampukan kita menghindari
pengambilan keputusan yang terburu atau gegabah yang akan merugikan diri
sendiri.
Contohnya :
ketika kita memutuskan untuk membeli sesuatu, membangun hubungan
perkawinan dengan seseorang, pindah kerja, membangun bisnis, dan
sebagainya.Berpikir kritis juga telah menjadi bagian yang mengkonstitusikan
jati diri mahasiswa.
Sebenarnya pemikiran kritis bisa membantu meningkatkan
keterampilan berpikir. Diharapkan keterampilan dan kemampuan berpikir kritis
dan logis bisa meningkatkan performa pada diri. Apabila sebelumnya seorang
mahasiswa yang mendengar dan menerima begitu saja apa yang dikatakan orang/dosen
atau guru atau teman-teman, maka sekaranglah saatnya diri sendiri berani
berpikir dan mempertanyakan argumentasi orang/dosen atau guru atau teman.
c) Diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi
antara dua orang atau lebih/kelompok. Biasanya komunikasi antara
mereka/kelompok tersebut berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang
akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar. Diskusi bisa
berupa apa saja yang awalnya disebut topik. Dari topik inilah diskusi
berkembang dan diperbincangkan yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu
pemahaman dari topik tersebut.
(Sumber : wikipedia.org)
Contohnya : seorang
dosen yang sedang memberikan materi kepada para mahasiswanya sehingga membuat
para mahasiswa berfikir dan memikirkan materi tersebut dengan cara
mendiskusikannya antar mahasiswa yang lain sehingga menghasilkan pemahaman
pendapat yang baru dan yang lain. Selain itu Diskusi juga dapat diartikan
sebagai sebuah proses tukar menukar informasi, pendapat, dan unsur unsur
pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapatkan pengertian bersama
yang lebih jelas, lebih teliti tentang sesuatu atau untuk mempersiapkan dan
merampungkan.
(sumber: google)
(sumber: google)
- Dialog juga dapat
diartikan sebagi sebuah percakapan timbal balik antara dua orang atau lebih.
Dialog sebenarnya menyatakan proses berpikir dan perubahan cara berpikir
menjadi proses berpikir yang kolektif. Pada proses dialog saat orag lain
berkata sesuatu, pihak lain mendengarkan dan memberikan respon yang menyatakan
bahwa ia sependapat dengan orang yang sebelumnya. Dalam dialog, sekelompok
orang dapat mengeksplorasi prasangka-prasangka yang secara halus mengontrol
suatu proses komunikasi.
(sumber : wikipedia.org)
(sumber : wikipedia.org)
d)
Bersifat terbuka : merupakan suatu sistem pemikiran yang terbuka. Ciri nya
adalah bahwa nilai-nilainya tidak dipaksanakan dari luar, melainkan digali dan
diambil dari harta kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat itu sendiri.
e) Rasional diambil dari kata bahasa inggris rational yang mempunyai definisi
yaitu dapat diterima oleh akal dan pikirandapat ditalar sesuai
dengan kemampuan otak.Hal-hal yang rasional adalah
suatu hal yang di dalam prosesnya dapat dimengerti sesuai dengan kenyataan dan realitas yang ada.Biasanya kata
rasional ditujukan untuk suatu hal ataukegiatan yang masuk diakal dan
diterima dengan baik olehmasyarakat.Rasional juga berarti norma-norma yang sudah baku di dalam masyarakat dan telah menjadi suatu hal
yang biasa danpermanen.
Contohnya :
-Seorang penjahat diadili karena kejahatannya
-Seseorang tidak mempercayai hal - hal yang belum
dilihatnya
f) Jujur : jika diartikan secara baku
adalah "mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai
kenyataan dan kebenaran". Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum
tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa
yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi.
2. A.Pengertian Visi dan Misi
Visi
: Menurut DR.A.B.Susanto dalam bukunya yang berjudul Visi dan Misi,
visi adalah sebuah gambaran mengenai tujuan dan cita-cita di masa depan yang
harus dimiliki organisasi sebelum disusun rencana bagaimana
mencapainya.Sedangkan, menurut Wibisono, visi merupakan rangkaian kalimat yang
menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin
dicapai di masa depan.Jadi dapat disimpulkan bahwa visi adalah suatu pernyataan
yang menggambarkan kondisi perusahaan di masa yang akan datang.
B. Visi dari Pendidikan Kewarganegaraan
dalam menghadapi era globalisasi:
Visi yang dapat dibentuk dari dari Pendidikan
Kewarganegaraan dalam menghadapi era globalisasi adalah dengan melakukan lebih
banyak lagi tentang makna kewarganegaraan dan terlebih lagi harus diimbangi
penerapannya dalam kehidupan secara nyata, agar ketika menghadapi era
globalisasi ini sifat dan prilaku kita tidak melanggar etika dan norma-norma
yang telah berlaku dalam setiap peraturan Perundang-undangan yang telah ada.
Sehingga era globalisasi bukanlah menjadi momok yang menakutkan untuk kita
lalui. Karena kita telah dibekali dengan pembelajaran dan penerapan nilai-nilai
Pendidikan Kewarganegaraan dalam kehidupan kita sehari-hari, baik itu dinegara
kita sendiri ataupun dinegara lain kita tetap memegang penuh pembelajaran dan
nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan itu.